” self healing yang paling manjur buat gw adalah travelling. jadi pas ketika gw sakit hati, yang gw perlukan adalah sebuah perjalanan. tepatnya, perjalanan sendiri. without any companion. karena dengan gw bisa menikmati kesendirian, bahkan disaat terburuk pun, maka tidak ada lagi yang gw takutkan. dengan gw menikmati sakit sesakit-sakitnya, gw jadi bisa lebih mengenal diri gw sendiri, dan apalagi yang mampu bikin gw sakit setelahnya. berdamai dengan hati. dealing with my self. kurang lebih begitu.”

catatan lepas seorang teman

dah lama nga travelling sendiri… apakah berarti hidupku sekarang lebih tenang?

d

d

salah satu situs milik seorang rekan ini bisa jadi salah satu tempat buat belajar bahasa inggris secara ringan namun sangat bermanfaat… 🙂

Silahkan berkungjung…

Kala panas hari membuat haus begitu terasa, sering kali kuobati dengan minum es doger kesukaanku. Biasanya kubeli di pertigaan yang nga sampai 10 m jaraknya dari tempat tinggalku. Penjualnya seorang bapak tua yang kumisnya sudah memutih dan selalu memakai kemeja putih saat berjualan, tidak tahu kenapa.. setiap kali memandangnya.. ‘kan selalu terlintas sosok Bapak di benakku..  sosok yang mulai menua yang membuatku selalu merasa berdosa karena jarang mengunjunginya .

Es doger buatan bapak tua ini lumayan enak meski tidak bisa dibilang spesial. Cukup dengan 2000 perak.. akan mendapat ganti segelas besar es doger.. lengkap  dengan tape singkong dan ketan, alpukat dibalur dengan susu putih nan manis… Biasanya selalu kuberi uang lebih untuk segelas minuman menyegarkan ini.. karena kutahu.. sesungguhnya bapak tua ini tak akan mendapat untung banyak dari hasil penjualannya…  tatkala ku bertanya mengapa tak dijual dengan harga lebih… dia menjawab… “yang penting cukup mas… bisa buat makan…”  suatu jawaban yang serasa menyindir diriku yang sering merasa tak cukup akan rezeki yang diterima…

Maafkan aku ya pak… karena cuma bisa memanjatkan doa buatmu.. agar semua  es dogermu laku terjual dan rizkimu tercukupi hari itu… amin.

Pikiran kita kadang macet di tengah pusaran masalah yang rumit.

Biarlah hati yang menyapa agar hidup terus berjalan.

lagi iseng blogwalking di sini ketemu komentar di atas.  Cukup menyejukkan jiwa yang sangat letih dan mencerahkan otak yang lagi stuck.

a

Agustus bulan yang lalu, bertepatan dengan kemerdekaan R.I., bersama teman2 di HSX125C berkunjung ke kawah putih di Ciwidey ‘tuk bernostalgia mengenang touring pertama dulu yang juga diadakan di tempat ini.

Cuaca di daerah ini masih sejuk menjurus dingin… sangat nyaman buat bersantai melepas lelah..

bersantai di situ patenggen, suatu danau di dataran agak tinggi di tengah-tengah perkebunan teh…

“Semuanya menggambarkan bagaimana dunia jiwa, dunia moral, dunia keindahan dan kebesaran Ilahi, harus direspon tanpa harus ditimbang oleh fakta-fakta normatif sosial yang terkadang malah menjebak moral seorang hamba Allah.”

dikutip dari sini

Sedari dulu sewaktu menonton kisah fiksi di film2 yg ada tokoh pelacurnya… HIngga saat ini di saat lebih mengetahui kehidupan nyatanya… Aku tidak pernah memandang mereka sebagai sesuatu yang lebih rendah.. lebih hina… atau apapun yang lebih rendah derajatnya…

Aku tetap memandangnya sebagai yang sama derajatnya… yang sama2 berusaha bertahan hidup meski dengan jalan yang berbeda…

toh orang pintar melacurkan otaknya untuk mendapatkan imbalan…  para politikus juga melacurkan hati nurani demi kekuasaan… malah ada sebagian yang melacurkan firman Tuhan untuk kepentingan golongannya atau hanya sekedar untuk popularitas pribadi.

Karenanya, aku tidak membedakan pelacur sebagai sesuatu profesi yang lebih rendah dibanding profesi lainnya.. toh sama2 melacurkan aset yang dimilikinya… Bila orang pintar melacurkan otak, politisi melacurkan hati nurani… sedangkan pelacur melacurkan bagian tubuhnya… pada akhirnya ya… sama2 melacur…

yuk melacur! 🙂

Kenapa kau…?

Kenapa terus kau tunjukkan kemarahanmu dengan membangkang perintah Tuhan yang telah kau dengar sejak kecil…

Kenapa..?

Kenapa..?”

(ucapan “Bang Jack” pada “Bahar”dalam PPT)