Seminggu yang lalu (1-3 Agustus) dapet undangan ‘tuk menemani teman2 dari Honda Supra X 125 Community yang akan mensurvey pesisir selatan Banten (Bayah-Binuangen).

Dengan posisi menunggu di depan Plaza Prangrango Bogor, sekitar jam 1 Sabtu dini hari, melintaslah rekan2 HSX yg berangkat dari Jakarta, langsung bergabung dan perjalanan kembali dilanjutkan. Sempat tertahan di depan Ekalokasari Plaza karena ada razia dari pihak Kepolisian Bogor, disinilah bertemu rekan2 dari FR2 (kaskus Community) yang juga tengah dirazia, rupanya mereka dari rombongan yang hendak ke curug Cilember. Setelah kelar urusan dengan pak polkis, perjalanan dilanjutkan dengan meninggalkan Bogor yang malam itu tidak terasa begitu dingin, terus ke selatan memasuki Sukabumi dan memilih untuk berbelok memasuki rute tradisional Cikidang.

Sekitar jam 3.20 pagi sampailah juga di Pelabuhan Ratu, karena SPBU tutup.. terpaksa sebagian motor diisi dengan bensin eceran seharga Rp7000/lt. Karena sebagian besar dah mengantuk maka diputuskan untuk istirahat hingga pagi menjelang…

Perjalanan dilanjutkan.. selepas pelabuhan ratu banyak diwarnai dengan trek menanjak dan akan merasakan nuansa pegunungan yang dicirikan dengan tanjakan, turunan dan kelokan2 tajam yang sangat mengasyikan. Jalanan yang beraspal mulus dan kosong kerap memacu adrenalin ‘tuk bermanuver menguji nyali.

Selepas melewati 3 gunung di Cisolok, di turunan terakhir memasuki Bayah terasa begitu indah karena terlihat birunya pantai selatan yang begitu luas terlihat dari ketinggian. Sebenarnya tujuan awal adalah menuju Bayah, namun karena kalah dengan rasa keingintahuan akan Desa Sawarna, mak rute dibelokan ke kiri menuju Desa wisata Sawarna yang sudah mulai banyak diperbincang orang2.

Dipermulaan, jalanan yang beraspal mulus ramah menyambut kami, namun selanjutnya jalanan mulai jtidak bersahabat.. beberapa bagian bahkan seperti baru akan diperbaiki dan beberapa ruas malah lebih cocok untuk medan off road :(

Namun, terlepas dari buruknya kondisi jalan (sebagian malah menganggapnya sebagai tantangan yang musti ditaklukkan,) di sepanjang jalan menuju Desa Sawarna akan disuguhi nuansa rimbunya pohon-pohon di perbukitan dan hijaunya sawah bersusun yang tampak begitu menyegarkan sebagai penawar beratnya kondisi jalan yang telah dilalui.

Untuk menuju pantai, alah satu trek yang cukup menantang adalah ketika harus melewati sebuah jembatan gantung .. Jembatan ini dibangun di atas sungai yg cukup dalam… dengan hanya dibuat dari tumpukan kayu yang disusun berlapis.. kemudian dijalin oleh tali dan kawat. Ketika berada di tengah jembatan.. akan terasa sekali goyangannya yang diakibatkan oleh pijakan yang tidak stabil maupun angin yang keras menghempas yang kesemuanya akan membuat adrenalin semakin terpacu.

Selepas Jembatan gantung, untuk menuju pantai kembali hmusti melewati trek semak-semak berpasir… yang membutuhkan konsentrasi, kesabaran dan keahlian tersendiri untuk melaluinya.. trek ini cukup panjang sehingga nuansa off road benar-benar terasa.

Setelah melewati itu semua.. maka sampailah pada keindahan pantai berpasir landai yang masih tampak begitu alami.. hanya ada satu-dua perahu nelayan yang sedang sandar sementara di kejauhan beberapa surfer asyik berselancar. Namun, keinginan untuk merasakan kesegaran air di pantai ini terpaksa di tunda karena ketiadaan air bersih yang memadai untuk pembilasan. Meski minim fasilitas, di sini terdapat satu-dua rumah penduduk yang bersedia untuk sekedar menyiapkan pisang goreng hangat dan minuman secukupnya.

Setelah puas menikmati pantai.. perjalanan berlanjut menuju Binuangen.. tempat dimana salah satu rekan HSX tinggal. Lelah yang tak tertahankan membuat semuanya tertidur pulas, namun tak lama terbangun oleh nyanyian perut minta diisi… Untunglah… tuan rumah sangat mengerti akan hal ini… sajian makan siang dengan menu seafood segar dan sambal istimewa sudah disiapkan…

Sorenya disempatkan untuk mengengok Pantai Bagedur yang begitu luas namun terasa tak tersentuh.. Suasana sunset membuat nuansa yang begitu indah yang sungguh sayang untuk tidak diabadikan.. :)

Malam hari dilewati dengan beristirahat di kota Binuangen, di suatu resort yg sudah masuk daerah Cikeusik. Resort ini dibangun di sisi muara sungai.. dimana terdapat dermaga untuk kapal2 yang digunakan untuk memancing di laut. Meski di dekat muara… namun alam di sini lebih terasa sebagai sungai yang segar dibandingkan muara yang terkadang berbau amis.

Pagi hari diisi dengan main ke tempat pelelangan ikan di Binuangen. Seumur hidup, baru kali inilah dapat melihat secara langsung ikan-ikan berukuran besar… dari Hiu martil hingga ikan pari yang memiliki lebar bentangan hingga 3 meter… Ikan Pari ini terlelang dengan harga hanya Rp. 1, 8 Jt, harga yang aku sendiri tidak tau pasti apakah itu harga yang pantas untuk segala perjuangan yang telah dilakukan para nelayan untuk menangkapnya.. nelayan yang hanya menggunakan perahu kecil berawak lima orang.

r

Sebelum pulang dari tempat pelelangan, tidak lupa membeli ikan2 segar untuk menu santap siang nanti menjelang keberangkatan pulang.

Setelah makan siang.. sekitar pukul 2 sore, perjalanan pulang di mulai dengan rute yang sama seperti rute keberangkatan… sepanjang perjalanan di Bayah dilewati dengan terus menikmati suasana pantai selatan yang begitu indah… trek2 yang begitu menantang di sepanjang pegunungan cisolok, trek Cikidang yang selalu nikmat untuk dilalui… hingga akhirnya berpisah di Bogor, sementara rekan2 HSX melanjutkan perjalanan ke Jakarta.

at last, thanks to all of you guys (Aha, Boyke, Bima, Doni, Panji, Tb, Widya) for a very nice trip :)