Kala panas hari membuat haus begitu terasa, sering kali kuobati dengan minum es doger kesukaanku. Biasanya kubeli di pertigaan yang nga sampai 10 m jaraknya dari tempat tinggalku. Penjualnya seorang bapak tua yang kumisnya sudah memutih dan selalu memakai kemeja putih saat berjualan, tidak tahu kenapa.. setiap kali memandangnya.. ‘kan selalu terlintas sosok Bapak di benakku.. sosok yang mulai menua yang membuatku selalu merasa berdosa karena jarang mengunjunginya .
Es doger buatan bapak tua ini lumayan enak meski tidak bisa dibilang spesial. Cukup dengan 2000 perak.. akan mendapat ganti segelas besar es doger.. lengkap dengan tape singkong dan ketan, alpukat dibalur dengan susu putih nan manis… Biasanya selalu kuberi uang lebih untuk segelas minuman menyegarkan ini.. karena kutahu.. sesungguhnya bapak tua ini tak akan mendapat untung banyak dari hasil penjualannya… tatkala ku bertanya mengapa tak dijual dengan harga lebih… dia menjawab… “yang penting cukup mas… bisa buat makan…” suatu jawaban yang serasa menyindir diriku yang sering merasa tak cukup akan rezeki yang diterima…
Maafkan aku ya pak… karena cuma bisa memanjatkan doa buatmu.. agar semua es dogermu laku terjual dan rizkimu tercukupi hari itu… amin.